Sumber daya alam
Sumber
daya alam adalah semua kekayaan berupa benda mati maupun benda hidup yang
berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
sumber
daya alam berdasarkan pembentukannya dapat di bedakan menjadi 2 bagian
yaitu
·
sumber daya alam yang dapat
diperbaharui
misalnya
air, udara
·
Sumber daya alam yang tidak dapat
diperbaharui
misalnya
bahan mineral, minyak bumi, batu bara, gas alam dan sumber daya alam fosil
lainnya
karena
tidak ada penambahan dan pembentukannya
sangat lama hingga memerlukan waktu ratusan tahun bahkan jutaan tahun. Perlu adanya energi alternatif yang kita gunakan sebagai pengganti energi fosil yang terus menerus kita gunakan untuk sekarang ini dan harus ada kesadaran diri dari kita dalam menggunakan energi fosil tersebut secara bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam yang tidak dapat
diperbaharui ini. Tentu saja kita memiliki keinginan agar nantinya anak cucu kita juga dapat merasakan energi fosil ini pada masa yang akan datang dapat mereka manfaatkan untuk menjalani kehidupannya. Berikut ini merupakan 7 energi alternatif yang dapat kita gunakan sebagai pengganti dari energi fosil.
7 alternatif yang digunakan untuk menganti
energi fosil
Saat
ini energi yang banyak digunakan hampir oleh seluruh dunia adalah energi fosil
yang berupa minyak bumi. energi fosil adalah energi yang tak terbarukan dan
akan habis pada beberapa tahun yang akan datang. Diprediksi tidak lebih dari 50
tahun lagi energi fosil di dunia akan habis. Selain karena akan habis, energi
fosil juga berdampak negatif terhadap lingkungan. Emisi gas rumah kaca dari
pembakaran energi fosil berdampak pada pemanasan global yang menyebabkan
perubahan iklim. Karena itulah energi pengganti fosil sangat diperlukan untuk
kebutuhan energi di masa yang akan datang. Berbagai alternatif sumber daya alam
dapat kita manfaatkan untuk mengurangi pemakaian sumber daya alam fosil pada
masa ini misalnya :
1. Panas Bumi
Panas bumi merupakan energi yang
alami dan terdapat di dalam bumi hasil dari interaksi antara panas batuan dan air.
Energi ini merupakan energi terbarukan. Menurut UU No. 27/2003; Panas bumi adalah sumber energi
panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, dan batuan bersama mineral
ikutan dan gas lainnya yang secara genetik semuanya tidak dapat dipisahkan dalam
satu sistem panas bumi dan untuk pemanfaatannya diperlukan proses penambangan.
Indonesia memiliki potensi panas bumi yang
sangat besar yaitu mencapai 29.215 MW atau sekitar 40% dari cadangan panas bumi
di seluruh dunia. Saat ini potensi tersebut baru digunakan sekitar 1.281 MW
(Data Badan Geologi bulan Desember 2011). Dengan potensi sebesar itu, Indonesia
diprediksi oleh Al Gore, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, mampu menjadi
negara super power pengguna energi panas bum
2. Nuklir
Tenaga nuklir merupakan suatu
penggunaan yang terkendali dari reaksi nuklir untuk menghasilkan energi panas
yang kemudian digunakan untuk pembangkit listrik. Menurut UU No.10/1997; Tenaga
Nuklir adalah tenaga dalam
bentuk apa pun yang dibebaskan dalam proses transformasi inti, termasuk tenaga
yang berasal dari sumber radiasi pengion. Radiasi pengion merupakan gelombang
elektromagnetik dan partikel bermuatan yang karena energi yang dimilikinya
mampu mengionisasi media yang dilaluinya.
Tenaga nuklir sangat ramah lingkungan dan tidak
menimbulkan pencemaran. Namun radiasi yang ditimbulkan oleh energi ini membuat
pemerintah sangat sulit mengembangkannya di Indonesia. Masyarakat menganggap
nuklir sebagai suatu hal yang sangat menakutkan terlebih setelah terjadinya
bencana nuklir di berbagai negara di dunia. Sebenarnya Indonesia sangatlah kaya
akan bahan baku nuklir yaitu, uranium dan plutonium. Namun kekayaan sumber daya
mineral tersebut belum dimanfaatkan dengan maksimal.
3. Biomassa
Biomassa adalah suatu bahan yang
diperoleh dari makhluk hidup baik masih hidup atau baru mati yang dapat
dimanfaatkan sebagai energi dalam jumlah yang besar. Pada umumnya biomassa
berasal dari tanaman namun juga terdapat biomassa dari hewan. Biomassa dapat
merujuk pada limbah pertanian atau peternakan seperti jerami, serbuk gergaji,
kotoran hewan, sampah dapur, dan sebagainya. Biomassa merupakan sumber energi
dengan jumlah CO2 nol
sehingga tidak menyebabkan emisi gas rumah kaca.
Akhir-akhir ini penggunaan biomassa sebagai
energi alternatif berkembang sangat pesat. Beberapa tumbuhan ditanam untuk
memenuhi bahan baku biomassa. Jarak, kelapa sawit, dan kedelai merupakan
tanaman yang digunakan untuk membuat biomassa utamanya pembuatan biodiesel.
Sementara itu tanaman lain seperti sorgum, ubi kayu, dan jagung digunakan untuk
pembuatan bioethanol.
4. Sinar
Matahari
Sinar matahari sangat mudah
ditemukan di permukaan bumi sehingga energi matahari merupakan suatu hal yang
sangat menjanjikan. Energi matahari (energi surya) sangat ramah lingkungan dan
merupakan energi yang terbarukan sehingga energi ini dapat digunakan sebagai
alternatif dari bahan bakar fosil. Namun, dengan biaya pembangkitan dari tenaga
surya yang membutuhkan biaya lebih mahal dari biaya untuk pembangkitan tenaga
fosil membuat pembangkitan dari tenaga surya ini kurang diminati. Perangkat
untuk mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik, yang disebut dengan
fotovoltaik, masih didatangkan dari luar negeri sehingga membutuhkan biaya yang
mahal.
Indonesia telah memanfaatkan
energi surya di beberapa provinsi di Indonesia terutama wilayah terpencil yang
sulit dijangkau jaringan PLN. Pada tahun 2002, total kapasitas PLTS di seluruh
wilayah Indonesia hampir mencapai 3 MWp. Pembangkit Tenaga Surya ini
dipasang di wilayah-wilayah terpencil khususnya kawasan timur Indonesia.
5. Hidrogen
Hidrogen adalah suatu unsur kimia
yang memiliki nomor atom 1 dan merupakan unsur yang memiliki massa paling
ringan dan paling melimpah di alam semesta. Di bumi, kebanyakan hidrogen
bersenyawa dengan unsur lain seperti hidrokarbon dan air. Hidrogen dihasilkan
oleh beberapa jenis bakteri dan ganggang.
Hidrogen tidak tersedia bebas di
alam sehingga tidak dapat ditambang seperti energi fosil. Hidrogen harus
diproduksi. Cara utama untuk memproduksi hidrogen adalah dengan
mengelektrolisis H2O. Kendala yang dihadapi dari teknologi ini
adalah umur dari electrolyzer yang pendek dan harga materialnya yang
masih mahal di pasaran.
6. Air
Air merupakan senyawa yang
menutupi hampir 71% permukaan bumi dan terdapat sekitar 1,4 triliun km3 air di bumi yang sebagian besar berada
di laut. Pada dasarnya, air di seluruh permukaan bumi ini mengalir, contohnya
adalah aliran sungai, gelombang pasang surut, ombak, arus laut, dan sebagainya.
Aliran-aliran air tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pemutar turbin yang
menggerakkan generator listrik untuk menghasilkan energi listrik
Energi listrik yang berasal dari aliran air ini
disebut dengan hidroelektrik (hydoelectric). Hidroelektrik menyumbang sekitar
19% dari kebutuhan listrik dunia. Energi listrik dengan tenaga air ini biasanya
didapatkan dari sungai-sungai yang dibendung kemudian dibuat saluran-saluran
untuk mengalirkan air ke turbin.
7. Angin
Di dunia ada ribuan turbin yang
beroperasi dan menghasilkan sekitar 58.982 MW dan 69% di antaranya berada di
wilayah Eropa. Namun penggunaan angin sebagai sumber energi listrik hanya
sekitar 1% di seluruh dunia. Berbagai negara telah membuat investasi listrik
tenaga angin yang sangat besar di antaranya; Jerman, Spanyol, Amerika Serikat,
Denmark, dan India. Jerman merupakan produsen tenaga angin terbesar di dunia
dengan 32% dari kapasitas seluruh dunia.
Tenaga angin sangat murah dibandingkan dengan
tenaga-tenaga yang lainnya. Ia merupakan tenaga yang tidak akan habis dan ada
terus menerus (terbarukan) dan dijumpai di banyak tempat di dunia. Tenaga angin
juga merupakan tenaga yang bersih dan bebas dari efek rumah kaca

0 komentar:
Posting Komentar