hey blogger..
saya mau sharing mengenai pendidikan yang berjalan di negari ini
pagi ini artikel yang saya baca di salah satu koran mengenai pendidikan khususnya berisi tentang perjuangan anak-anak rimba di jambi yang harus menempuh perjalanan dari rumah mereka yang berada di dalam rimba memerlukan waktu 2 jam berjalan kaki hingga ketepi hutan kemudian perjalanan dilanjutkan lagi dari tepi TNMD menuju ke sekolah mereka di SDN 191 memerlukan waktu 1 jam perlajanan lagi. Disana anak-anak belajar dengan menggunakan 1 ruang kelas yang terbagi untuk 3 kelas yaitu kelas 3,4,dan 5. Dimana guru kelas 3 dan 4 melaksanakan proses KMB dengan menggunakan metode kuis sedangan guru kelas 5 melaksanakan proses KMB dengan meminta anak-anak untuk mengerjakan soal di buku. bila kita bayangkan proses KBM berjalan sangat tidak kondusif dimana 2 kelas sedang melaksanakan kuis dan 1 kelas lagi sedangn mengerjakan soal di buku. perhatian anak-anak yang mengerjakan soal pasti terpecah konsentrasi dengan suara bising dari teman-teman mereka yang sedang kuis, kemudian ruang guru di SDN 191 pun merupakan 1 ruangan yang tadinya digunakan sebagai ruang kelas kemudian dialih fungsikan menjadi ruang guru kemudian pemerintah juga menabahkan ruang perpustakaan yang berada di sudut sekolah.
melihat pendidikan di Negari kita yang masih jauh dari yang kita harapan dan kondisi fasilitas yang jauh dari kata nyaman untuk digunakan siswa belajar dan fasilitas yang tidak pernah cukup untuk membantu jalan proses KBM tidak menurunkan semangat anak-anak rimba untuk sekolah.. walaupun dari muris-murid yang tercatat hanya berberapa orang yang hadir ke sekolah dikarenakan murid-murid membantu pekerjaan orang tua mereka didalam hutan untuk bekerja namun tetep saja selama mereka tidak pergi kesekolah ada bantuan dari relawan yang bersedia memberikan pembelajaran dengan cara menginap di rumah-rumah penduduk orang rimba. Kini anak-anak rimba dapat membaca dan berhitung dan ada juga anak-anak rimba yang berseklah hingga SMA dan ada yang juga yang bekerja sebagai penyiar radio...
membaca artikel ini membuat saya merenungkan hal yang jauh amat sangat berbeda dengan sekolah dikota... anak-anak di kota banyak yang meremehkan pendidikan yang sedang mereka jalani mereka menggangap sekolah hanya sebagai tuntutan saja dan jarang ada yang memiliki semangat juang yang tinggi untuk meraih prestasi yang lebih dari anak-anak yang berada di plosok tersebut mereka merasa dengan ada fasilitas yang mereka dapatkan sudah membuat mereka mendapatkan kehidupan yang menyenangkan nantinya...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar